Kamis, 02 April 2020

Layanan Situs Kesehatan Indonesia




Contoh situs kesehatan masyarakat.


Dibalik kemudahan mengakses informasi dan layanan kesehatan melalui sistem digital, muncul kekhawatiran tentang akurasi dan kualitas informasi kesehatan yang beredar di Internet. Salah satu penyebabnya adalah fitur anonimitas dalam layanan internet, siapapun dapat menulis artikel tentang kesehatan, berperan sebagai tenaga medis profesional, dan memberikan opini atau diagnosis kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan dan pendidikan pada pengguna Internet tentang memilih informasi kesehatan yang benar dari sumber yang terpercaya dan menginterpretasikan informasi kesehatan secara benar.


Situs kesehatan tersebut dikembangkan untuk memenuhi satu fungsi dinas kesehatan yaitu pembinaan promosi kesehatan, pemberdayaan kesehatan masyarakat, Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) dan komunikasi publik. Penyajian informasi kesehatan yang benar dan terpercaya tidak hanya bergantung pada substansi informasi, tetapi juga pada cara / metode dan visualisasi penyajian informasi yang ditampilkan melalui interface (antarmuka) sistem. Presentasi informasi yang tepat dan ramah pengguna (user friendly) mempengaruhi pemahaman terhadap substansi. Hal ini penting karena kesalahpahaman dalam memaknai informasi kesehatan dapat berakibat fatal bagi kesehatan individu. Presentasi informasi kesehatan pada situs kesehatan publik dapat mengadaptasi metode user-centered design (UCD) dan prinsip-prinsip usability. Metode UCD bertujuan mengembangkan sistem yang mudah dipahami (understandable) dan digunakan (usable) dengan mengeksplorasi kebutuhan dan minat pengguna.


Pengguna situs terdiri dari pegawai dinas kesehatan dan puskesmas serta masyarakat. Masing-masing pengguna memiliki kebutuhan dan tujuan spesifik dalam hal penggunaan situs. Selanjutnya, evaluasi tampilan antarmuka saat ini dilakukan oleh perwakilan pengguna yang terdiri dari dua analis sistem informasi, dua praktisi kesehatan publik, dua desainer komunikasi visual, dan dua mahasiswa psikologi, dengan metode evaluasi heuristik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tampilan situs saat ini terdapat kelemahan dalam hal visibilitas status sistem, konsistensi desain, fitur bantuan dan dokumentasi, dan desain interaksi secara keseluruhan.


Rancangan solusi untuk perbaikan situs dimulai dari penyusunan spesifikasi kebutuhan pengguna. Beberapa contoh kebutuhan tersebut adalah menyediakan informasi kesehatan publik yang akurat dan terpercaya, mengelola dan menampilkan data dan laporan kesehatan public memonitor aktivitas dinas kesehatan, dan mencari informasi kesehatan publik. Aktivitas selanjutnya adalah merancang desain antarmuka berdasarkan kebutuhan pengguna. Sejumlah fitur penting pada usulan solusi adalah visualisasi menggunakan satu tema dan kombinasi warna biru dengan (kode hex: #0088cc), putih (kode hex: #ffffff), dan hitam (kode hex: #383f48). Sementara itu, untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat dengan buta warna; pemilihan jenis huruf Helvetica, Arial, dan Verdana, yang memiliki nilai readability tinggi untuk memudahkan pengguna dengan dyslexia; reorganisasi stuktur navigasi situs menjadi lima kelompok utama, yaitu identitas pengelola situs, layanan publik, informasi publik, data dan dokumen kesehatan publik, dan pojok kesehatan masyarakat.


Usulan rancangan tersebut selanjutnya dilengkapi dalam bentuk storyboard (simulasi skenario penggunaan sistem oleh tiap pengguna) dan mock-up (prototipe sistem dengan tampilan antarmuka sesuai usulan rancangan). Aktivitas terakhir adalah evaluasi usulan rancangan oleh perwakilan pengguna. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan skor dalam semua aspek heuristik dan perbaikan terhadap kelemahan situs saat ini. Berdasarkan hasil dan temuan pada studi ini, metode UCD dapat direkomendasikan untuk mendesain tampilan antarmuka pada situs kesehatan publik. Metode UCD memastikan bahwa pengambangan sistem didasarkan pada kebutuhan pengguna secara menyeluruh sehingga dapat membantu masyarakat untuk menginterpretasikan informasi kesehatan secara tepat.







Referensi:

http://news.unair.ac.id/2019/07/31/layanan-situs-e-goverment-untuk-informasi-kesehatan-masyarakat/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar